Minggu, 06 Januari 2013

Rumus PageRank Google

Google mengambil hasil sebuah putaran untuk kalkulasi dalam rangka iterasi berikutnya. Menurut keterangan Page dan Brin, cukup 100 kali putaran iterasi untuk mencapai secara mendekati nilai PageRank dari milyaran website yang terdapat di Internet.
Di balik PageRank ada pemikiran yang sederhana sekaligus jenius, coba perhatikan point-point di bawah ini:
  1.  Untuk setiap website ada sejumlah tertentu website lain yang menempatkan sebuah hyperlink ke website yang bersangkutan.
  2. Setiap website memiliki sebuah PageRank.
  3. Link dari website B ke website A dihitung sebagai satu suara dari B unuk A. Seperti dalam pemunggutan suara.
  4. Selain itu, PageRank website B member bobot suara untuk A. Semakin tinggi PageRank website B, semakin baik.
  5. Faktor-faktor lainnya, berapa banyak link terdapat di website B. Semakin sedikit jumlahnya, semakin baik untuk PageRank website A
  6. Jumlah semua PageRank sama dengan jumlah semua dokumen di Internet. Jadi, PageRank adalah pembobotan sebuah dokumen di Internet secara keseluruhan yang tercatat.
PageRank dihitung untuk setiap website, bukan untuk seluruh tawaran website. Oleh karena itu, sebuah artikel tertentu di webserver bisa jadi mendapat PageRank lebih tinggi dari websitenya sendiri. Sebagai rumus seluruh algoritma PageRank tampak sebagai berikut:
PR(A)=(1-d)+d(PR(T1)/C(T1)+…+PR(Tn)/C(TN))
Berikut penjelasan rumus di atas: PageRank website A adalah jumlah PageRank website T1 hingga Tn, masing-masing di bagi dengan jumlah link pada website yang bersangkutan. Selain itu, ada faktor peredam sebuah elemen sangat penting yang selanjutnya masih akan berperan.
Prinsip PageRank dapat diperjelas. Anggaplah seluruh web hanya terdiri atas empat website A,B, C, dan D. Dalam contoh masing-masing memiliki PageRank awal “1”. Jumlahnya sama dengan jumlah website. Dalam contoh pertama website B, C, dan D masing-masing memiliki sebuah link ke website A dan tidak ada link lainnya. Apabila factor peredam diabaikan, hasilnya adalah rumus:
PR(A)=1/1+1/1+1/1
PageRank website A adalah 3. Contoh yang lebih rumit : Website A memiliki link ke website B dan C. B hanya memiliki sebuah link ke A, C memiliki link ke A, B, dan D. D hanya memiliki link ke B. Rumus untuk A akan menjadi:
PR(A)=1/1+1/3
Link dari B bernilai 1, sementara dri C hanya 1/3 dengan jumlah links 3. Hasilnya adalah 1,33.
Untuk B: 
PR(B)=1/2+1/3+1/1
Dibulatkan hasilnya adalah 1,83.
Untuk C:
PR(C)=1/2
Hasilnya 0,5
Untuk D:
PR(D)=1/3
Hasilnya dibulatkan 0,33.
Jumlah PageRank website A, B, C, dan D seharusnya sama dengan jumlah website:
1,33+1,83+0,5+0,33=3,99
Kekurangan 0,1 disebabkan oleh pembulatan. Dalam kalkulasi ini masih ada yang kurang. PageRank setiap website tidak disertakan. Sekali lagi kita ambil contoh website B. Apabila kalkulasi disesuaikan dengan PageRank yang didapat dari langkah pertama:
PR(B)=1/2+1/3+1/1
Di dapat term berikut:
PR(B)=1,33/2+0,5/3+0,33/1
Hasilnya dibulatkan adalah 1,62. Tentu saja kalkulasi baru PageRank website B mengubah PageRank website A, C, dan D. Nilai baru D kembali mengubah nilai B. Oleh karena itu, Google mendekati PageRank secara iteratif. Google mengambil hasil sebuah putaran untuk kalkulasi dalam rangka iterasi berikutnya. Menurut keterangan Page dan Brin, cukup 100 kali putaran iterasi untuk mencapai secara mendekati nilai PageRank dari milyaran website yang terdapat di Internet.


Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Setelah selesai membaca atau melihat blog saya, jangan lupa tinggalkan komentarnya donk :) :) :)